Jejak Seribu, Jelajah Edukasi Kepulauan Seribu

Jejak Seribu Baru
Standar

JejakSeribu atau Jelajah Edukasi Kepulauan Seribu merupakan kegiatan sosial dengan visi untuk memberikan edukasi dan menebar semangat cinta bahari. JejakSeribu terbagi menjadi beberapa kegiatan diantaranya Jejak Ilmu, Jejak Kreasi dan Jejak Bahari yang pada masing-masing bidang memiliki kegiatan yang beragam baik berupa penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan dan bakti sosial. Jejak Seribu diinisiasi oleh Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara DKI Jakarta bersama Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu, Ikatan Putra Putri Bahari Kepulauan Seribu dan Purna Paskibraka Indonesia DKI Jakarta.

IMG-20160318-WA0052

Tim JejakSeribu

Pulau Harapan dan Pulau Kelapa menjadi lokasi yang dipilih panitia Jejak Seribu untuk melaksanakan kegiatan Jelajah Edukasi Kepulauan Seribu atau JejakSeribu. Saya (Andi Hakim) kebetulan menjadi ketua pelaksana kegiatan ini yang dilaksanakan selama dua hari, sabtu sampai minggu pada tanggal 02-03 April 2016. Sebelumnya kami bekerjasama dengan Bina Masyarakat Peduli telah melaksanakan “Gerakan 1000 Anak Sikat Gigi” serempak di Pulau Tidung, Pramuka dan Untung Jawa pada hari jum’at tanggal 18 Maret 2016. Lanjutkan membaca

Cerita Pemuda Pulau Seribu di Korea

Booth of Indonesia
Standar

Dingin… begitu pertama kali dirasakan ketika baru mendarat di Bandara Incheon, Korea Selatan. Suhu udara disana saat itu di bawah 0 derajat selsius. Setelah beberapa menit duduk di bandara, dua pasang muda-mudi asli Korea menghampiri dengan membawa tulisan “INDONESIA, Apa Kabar? Senang bertemu dengan anda!”. Yah, mereka partner kami delegasi Indonesia di kegiatan 17th ASEAN-Korea Future-Oriented Youth Exchange Programme. Program ini dilaksanakan pada tanggal 27 Januari sampai 01 Februari 2016. Sambutan hangat menjadi sarapan pagi yang membuat kami bahagia dan bersemangat saat itu. Kami langsung berkenalan dan foto bersama, seperti ini

warm welcome

Delegasi Indonesia saat di sambut dengan partner Korea

Delegasi Indonesia terdiri dari 7 orang, dengan karakter dan kampus yang berbeda.  Selain saya, ada Muhammad Said asli Rawasari Jakpus merupakan mahasiswa Pascasarjana UI, Rida Qinvi dari Lampung, Aprilian Cena dari Banten dan Shoffa dari Jakarta mereka mahasiswa Hubungan Internasional UIN Jakarta, Agnes dari Jakarta mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama, dan Fathul Hasan dari Jawa Timur alumni UIN Malang. Tidak banyak pertemuan sebelum program, hanya sekali di Kemenpora sehari sebelum pemberangkatan. Itupun sebenarnya masih harap-harap cemas, karena visa kami keluar 6 jam sebelum pesawat kami lepas landas menuju Korea. Persiapan sangat terbatas, menunggu jam 4 sore setelah kepastian visa kami keluar, kami stand by di lokasi masing-masing dengan tugas berbeda. Kebetulan saya saat itu di Tamrin City dan juga ke Tanah Abang untuk membeli souvenir khas nusantara seperti wayang kulit, angklung, blangkon, batik, dan lain-lain, kemudian jam 6 sore lanjut ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta untuk mengambil media promosi pariwisata khususnya Kepulauan Seribu.

indonesia delegates

Delegasi Indonesia di ASEAN-Korea Youth Square ke-17

Lanjutkan membaca

Kapal Pemuda Nusantara mendidik pemuda untuk cinta bahari dan Indonesia

IMG-20151001-WA0003
Standar

Rabu, 26 Agustus 2015 ratusan pemuda-pemudi dari berbagai provinsi mulai berdatangan ke JICT Tanjung Priok Jakarta Utara. Pakaian hitam putih rapih dan beberapa memakai jas kontingen menunjukan bahwa pemuda-pemudi pilihan yang dirindukan bangsa sebagai pemimpin masa depan nantinya. Satu per satu mengisi daftar hadir, melengkapi biodata dan diberikan kebutuhan selama acara, dan perlahan menaiki anak tangga masuk ke dalam kapal kebanggaan karya anak bangsa ini, KRI Teluk Bintuni 520.

Jpeg

Sebelum Naik KRI Teluk Bintuni 520

Suatu kebanggaan bisa berlayar bersama KRI Teluk Bintuni yang megah dan kokoh. Bukan sekedar berlayar, tapi peserta punya misi dalam program Kapal Pemuda Nusantara / Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (KPN/LNRPB) kerjasama TNI Angkatan Laut dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.  272 pemuda-pemudi pilihan rela mengarungi lautan demi memperoleh pengalaman berharga, belajar bersama dengan perbedaan adat istiadat. Panitia merangkai acara sedemikian rupa agar sarat makna dan pelajaran.

Jpeg

Helidek KRI Teluk Bintuni 520

Lanjutkan membaca