Konsep Nelayan Tangkap ke Nelayan Budidaya

Standar
  1. Pendahuluan

Nelayan tangkap adalah orang yang melakukan pekerjaan dalam operasi penangkapan ikan. Sedangkan nelayan budidaya adalah orang yang melakukan pekerjaan dalam operasi pemeliharaan ikan dan biota air lainnya. Kegiatan penangkapan dan budidaya perikanan sudah lama dikenal dan dilakukan oleh masyarakat Indonesia, baik di perairan tawar maupun laut.

Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dengan memiliki perairan yang luas, mempunyai kekayaan potensi sumberdaya perikanan, baik potensi sumberdaya perairan tawar maupun potensi sumberdaya perairan laut. Kekayaan potensi sumberdaya perikanan tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia dengan mengelola sumberdaya perikanan yang ada secara maksimal baik dengan penangkapan maupun budidaya. Dengan  mengelola perikanan secara maksimal maka peran perikanan dalam pembangunan nasional dan atau daerah seperti sebagai sumber devisa atau pendapatan, pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja, serta sumber bahan pangan dapat terlaksana. Kegiatan pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap di Indonesia saat ini sudah terjadi overfishing, sehingga sudah seharusnya Indonesia beralih ke budidaya.

  1. Pembahasan

Perikanan  tangkap menurut Direktorat  Jenderal Perikanan Tangkap  (2003) adalah kegiatan ekonomi dalam bidang penangkapan atau pengumpulan hewan atau tanaman  air  yang hidup di laut  atau perairan  umum  secara  bebas.  Sedangkan perikanan budidaya adalah kegiatan ekonomi dalaam bidang pemeliharaan hewan atau tanaman air yang dikelola oleh kelompok ataau perseorangan baik di perairan tawar maupun laut. Berdasarkan pengertian tersebut kita tahu bahwa kegiatan nelayan tangkap adalah penangkapa atau pengumpulan hewan atau tanaman air, sedangkan nelayan budidaya adalah pemeliharaan hewan atau tanaman air. Berdasarkan perbedaan tersebut, kegiatan budidaya memiliki keuntungan, antara lain jenis dan ukuran ikan atau tanaman air dapat ditentukan, produksi pasti, serta tidak tergantung dengan alam.

Nelayan sebagai pewaris budaya bahari yang paling banyak memanfaatkan laut ternyata belum menikmati hasil memuaskan. Hal ini karena pemanfaatannya masih menggunakan metode sederhana / tradisionil sehingga hasilnya tidak optimal. Pemanfaatan laut oleh nelayan dan masyarakat pesisir umumnya seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah (Anonim a, 1999). Melihat hal demikian, serta permasalahan lain seperti hasil tangkapan nelayan yang menurun, kenaikan harga BBM, biaya hidup semakin bertambah dan  kondisi perikanan Indonesia yang saat ini sudah tidak dapat lagi dikatakan melimpah, bahkan jumlah alat dan nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan sudah berlebihan yang mengakibatkan terjadinya overfishing. Tanpa adanya konsep pengelolaan yang berbasis lingkungan, dikhawatirkan sumberdaya perikanan yang potensial ini bisa terancam kelestariaannya. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia sudah seharusnya menerapkan konsep nelayan tangkap ke nelayan budidaya. Konsep nelayan tangkap ke nelayan budidaya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Konsep nelayan tangkap ke nelayan budidaya sedang di terapkan dan terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Belakangan ini, nelayan Kepulauan Seribu merasakan hasil tangkapannya terus berkurang serta permasalahan lain seperti kenaikan harga BBM yang mempengaruhi harga kebutuhan bahan pokok nelayan, sehingga biaya hidup semakin membengkak. Menanggapi permasalahan yang dihadapi nelayan, Abdul Rachman Andit, Bupati Kepulauan Seribu, mengatakan, konsep budidaya menjadi solusi tepat untuk menanggulangi masalah berkurangnya jumlah penangkapan. Saat ini dari 75 persen nelayan di Kepulauan Seribu, sekitar 10 persen telah beralih profesi dari tangkap ke budidaya. “Program pengalihan pola tangkap ke budidaya berjalan baik sesuai dengan target,” katanya (Anonim b, 2009).

Selain itu, Karena semakin menyusutnya jumlah ikan yang berada di perairan Kepulauan Seribu, Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu berinisiatif melakukan program-program pemberdayaan nelayan melalui konsep Sea Farming. Sebuah konsep budidaya yang bekerja bersama-sama dalam satu kawasan (Anonim c, 2008).

C.  Kesimpulan

Berdasarkan banyaknya permasalahan-permasalah yang sering dihadapi oleh nelayan tangkap Indonesia, seperti musim peceklik ikan, kenaikan harga BBM dan bertambahnya biaya kebutuhan hidup, serta kondisi perikanan Indonesia yang saat ini sudah tidak dapat lagi dikatakan melimpah, pemerintah Indonesia sudah seharusnya menerapkan konsep nelayan tangkap ke nelayan budidaya. Konsep nelayan tangkap ke nelayan budidaya ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu, konsep nelayan budidaya memiliki beberapa keuntungan, antara lain: tidak tergantung dengan alam, produksi pasti serta jenis dan ukuran ikan yang dapat ditentukan. Budidaya yang berkembang dengan baik dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya perikanan akibat penangkapan, serta menjaga ekosistem perairan. Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dengan memiliki perairan yang luas dan mempunyai kekayaan potensi sumberdaya perikanan merupakan potensi untuk mengembangkan kegiatan budidaya. Alasan lain mengapa Indonesia seharusnya menerapkan konsep nelayan budidaya adalah karena organisme (seperti udang, rumput laut, teripang, ikan kerapu, dll) sangat berpotensi untuk dibudidayakan dan jumlahnya cukup banyak di Indonesia, serta komoditas-komoditas tersebut memiliki nilai ekspor.

3 thoughts on “Konsep Nelayan Tangkap ke Nelayan Budidaya

    • Daftar pustakanya sengaja ga di tampilkan. Ini sebagai bahan rujukan saja dan berbagi informasi. banyak kok paper / laporan / jurnal yang bahas itu. Mari semangat belajar dan membaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s