“Pantai Zero Waste” dari Mahasiswa Perikanan UGM

Standar

Gambaran Kegiatan
PKM UGM 2011
Pantai Zero Waste: Pelatihan Pengelolaan Limbah Ikan dan Pemanfaatannya Sebagai Tepung Ikan dan Silase Guna Meningkatkan Kebersihan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Sekitar Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul

TIM PKMM Pantai Zero Waste:
Ketua: Andi Hakim (Teknologi Hasil Perikanan)
Anggota: Hario Premono (Teknologi Hasil Perikanan), Ayuningtyas (Budidaya Perikanan), Cahya Adi T.(Budidaya Perikanan), Drajad Sarwo Seto (Manajemen Sumber Daya Perikanan)
Dosen Pembimbing: Ir. Retno Widaningroem, M.Sc

Limbah ikan merupakan masalah utama yang mengotori daerah sekitar Pantai Baron. Limbah tersebut dikelola secara tradisional yaitu hanya dipendam dalam tanah atau ditumpuk di belakang tempat pelelangan ikan. Padahal, untuk menciptakan tempat yang bersih dan sehat, perlu adanya pengelolaan limbah yang tepat, baik dari pemisahan antara limbah padat dan cair maupun pengelompokan limbah dari kepala, tulang, sirip, dan “jeroan”. Pengelolaan limbah yang benar akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat khususnya di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Pantai Baron yang banyak berdiri rumah makan. Masyarakat yang bersih dan sehat, akan membawa pada peningkatan kesejahteraan melalui peningkatan motivasi etos kerja.
Pantai Zero Waste: Pelatihan Pengelolaan Limbah Ikan dan Pemanfaatannya Sebagai Tepung Ikan dan Silase Guna Meningkatkan Kebersihan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Sekitar Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul merupakan program peningkatan keterampilan mengenai proses pengelolaan dan pemanfaatan limbah ikan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Program ini diharapkan mampu membentuk nelayan dan masyarakat yang memiliki kepedulian dalam meningkatkan kebersihan lingkungan serta kesejahteraan melalui pemanfaatan limbah. Pemanfaatan limbah berupa tepung ikan dan silase sebagai alternatif pakan ikan dan ternak. Pelatihan serta kegiatan optimasi pengolahan limbah merupakan salah satu usaha yang diharapkan mampu memenuhi permintaan masyarakat untuk produk-produk pakan alternatif ikan dan ternak. Pendirian kelompok bersama unit pengolahan limbah ikan diharapkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah yang mengembangkannya dan juga membuka peluang usaha serta penyerap tenaga kerja. Untuk itu, pengembangan industri rumah tangga pengelolaan limbah ikan perlu dilakukan.
Pogram ini terlaksana berkat adanya dukungan dana dari DIKTI melalui Program Kreativitas Mahasiswa. Metode yang kami gunakan dalam pelaksanaan program ini adalah (1) Sosialisasi; (2) Pendidikan dan Pelatihan; (3) Pengadaan sarana dan prasaranan; (4) pembentukan kelompok dan (5) Pendampingan. Sosialisasi kegiatan kami berikan kepada masyarakat sekitar Pantai Baron khususnya ketua nelayan Pantai Baron, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul. Untuk memperkuat keberlanjutan program, kami juga menjalin kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Gunungkidul. Pencapaian target luaran kami lakukan dengan pengadaan pelatihan pengelolaan limbah ikan dan pelatihan pembuatan silase skala kecil pada tanggal 23 Maret 2011, pelatihan pembuatan silase skala besar dan pelatihan pembuatan tepung silase ikan serta kegiatan kerja bakti pada tanggal 08 April 2011. Pelatihan dilakukan untuk memberikan ketrampilan mengolah limbah kepada masyarakat agar nantinya limbah yang ada di TPI Pantai Baron dapat dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, pengadaan sarana dan prasarana juga dilakukan untuk mendukung berlangsungnya kegiatan tersebut dan dapat dijadikan modal awal untuk pengelolaan limbah selanjutnya. Pengadaan sarana dan prasarana berupa alat giling sederhana, bahan kimia dan ember untuk inkubasi silase serta barang-barng pendukung lain. Selama pelatihan kami mendapat respon positif dari masyarakat yang memang mencari solusi untuk mengatasi masalah limbah yang ada di lingkungan Pantai Baron khususnya di TPI. Oleh karena itu untuk menjamin keberlanjutan program akan dibentuk kelompok pengolah limbah Pantai Baron. Berdasarkan inisiatif masyarakat, kelompok tersebut diwacanakan akan beranggota inti 15 orang dengan nama KUB Mina Bakti. Untuk itu, kami bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan pendampingan dan pengawasan kelompok. Pembentukan kelompok telah dilaksanakan pada tanggal 06 Mei 2011 dengan ketua kelompok sementara adalah Pak Ngatijo. Pembentukan dan launching kelompok (KUB Mina Bakti) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas Peternakan serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan Kabupaten Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s