Proposal Hidupku, untuk Sukses Dunia dan Akhiratku

Standar

Bismillahirrohmanirrohim…
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih yang kasih-NYA tidak pilih kasih, dan Maha Penyayang yang sayang-NYA tidak terbilang, saya awali menulis proposal hidup ini, semoga tulisan ini menjadi do’a, harapan dan semangat buat saya untuk selalu menjadi pribadi yang bermanfaat dan berusaha untuk lebih baik. Sebelumnya saya ingin perkenalan singkat tentang saya sebagai pendahuluan,,hehe..kan umunya proposal ada pendahuluan. Saya anak ke-7 dari 8 bersaudara, kakak saya: Baihaki, Lutfiah, Saiful Anam, Fahrullah, Ahmad Gojali, Arif Faturrahman dan adik saya Fauziah. Hanya kakak yang pertama dan kedua menetap di pulau, sebagian besar dari kami merantau ke Jakarta. Ketika liburan biasanya kami meyempatkan bersilaturrahim dan berkumpul bersama.

Tepat 31 Mei 1990 saya dilahirkan di Pulau Tidung salah satu gugusan pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta, oleh ibunda tercinta Ratnawiyah. Bapak saya bernama Rausin yang telah puluhan tahun bekerja sebagai nahkoda kapal nelayan pencari ikan yang perjalanan tripnya (masa melaut) bisa sampai 3 bulan, namun sudah lebih dari 5 tahun beliau pensiun dari pekerjaannya. Sedangkan ibu saya hanya ibu rumah tangga, ibu yang kuat seperti karang di lautan, karna selain sebagai ibu rumah tangga, beliau juga mempunyai peran ganda yang mengatur semua kehidupan keluarga ketika bapak melaut. Untung saja beliau punya kelebihan dalam memasak, sehingga beliau bisa berjualan dengan sedikit dibantu anak-anaknya hingga beliau bisa mendidik dan sekolahkan kami (anak-anaknya). Do’amu terjawab seiring dengan berjalannya waktu..Kami bangga padamu ibu, ibu, ibu, dan kamipun bangga padamu bapak.

Dari lahir sampai sekolah menengah pertama saya berada di pulau. Meskipun saya berasal dari pulau yang kecil di tengah laut, namun mimpi, harapan dan cita-cita saya haruslah besar. Saat sekolah menengah atas, saya mendapat kesempatan sekolah di Jakarta Selatan. Dari TK sampai SMA, saya disekolahkan di madrasah, berharap menjadi bekal pengetahuan agama saya. Saat menuntut ilmu di Jakarta merupakan awal mula saya harus membuka pandangan lebih luas lagi. Di Jakarta, memang fasilitas lebih lengkap dan kegiatanpun lebih banyak yang bisa diikuti, namun nuansa persaingan belajar lebih terasa, jadi harus lebih semangat lagi belajarnya. Singkat cerita sampai pada waktunya saya harus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Awalnya tak menyangka bisa kuliah di Jogjakarta, tepatnya di Teknologi Hasil Perikanan UGM dengan beasiswa studi 4 tahun, dan Alhamdulillah saya pun lulus tepat waktu. Meskipun awalnya keluarga begitu berat melepas kepergian saya untuk ke Jogja, tapi itulah rencana Allah SWT yang begitu indah akhirnya saya bisa menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kesempatan menuntut ilmu di Jogja memberikan banyak pengalaman dan pelajaran kepada saya, saya pun aktif di beberapa kegiatan dan organisasi, salah satunya kesempatan menjadi asisten praktikum dan mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Makassar.

Saat ini saya bekerja di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4B-KP) di Jakarta. Harapan saya tercapai bisa bekerja di bidang penelitian dan sesuai dengan keilmuan. Meskipun sekarang belum apa-apa, tapi ini sangat saya syukuri, Alhamdulillah. Disini saya bekerja sambil belajar banyak bersama para peneliti dan sebagian merangkap sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Semoga ini langkah awal yang baik bagi saya kedepannya agar bisa meraih mimpi dan harapan saya.

Menjadi peneliti merupakan salah satu cita-cita saya. Saya berharap dengan bekerja di bidang penelitian dapat membantu menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia terutama di bidang kelautan dan perikanan. Sebelum berusia 30 tahun, saya harus bisa melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi, berharap bisa sampai S3, Aamiiin Yaa Robbal ‘Alamiin. Tak lupa saya harus merencanakan untuk berumah tangga, insyaAllah saya akan membina rumah tangga di usia 26 tahun, dan semoga sebelum menikah sudah mekanjutkan studi S2. Tidak hanya ingin menjadi peneliti, saya juga ingin menjadi dosen/pendidik di salah satu perguruan tinggi. Dengan demikian, saya bisa berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada para penerus bangsa, mensuport dan memberikan inspirasi kepada mereka.Hal kecil yang bisa saya lakukan saat ini adalah berdiskusi, sharing, dan memotivasi teman dan adik-adik khususnya mereka dari satu daerah Kepulauan Seribu.

Dalam jangka waktu yang panjang, nantinya saya ingin melanjutkan perjuangan paman saya (Alm. KH. Muhaimin RD) menghidupkan kembali yayasan Ar Rahman yang sudah beliau bangun, menjadikannya sebagai sekolah/madrasah dan tempat menuntut ilmu/mengaji serta belajar seni islami. Beliau adalah salah satu inspirasi saya untuk meraih kesuksesan, terutama ibunda tercinta Ratnawiyah dan guru tercinta Pak Mohammad Yasin, pak Luthfi Yazid serta motivator hebat babeh Jamil Azzaini. Harus ada sesuatu yang bisa saya lakukan dan berikan untuk tanah kelahiran saya. Selain itu, di usia 40 tahun saya ingin memiliki usaha di bidang olahan produk perikanan, ingin punya outlet pusat oleh-oleh khas Kepulauan Seribu, saya juga ingin bisa menjadi salah satu orang yang bisa mengambil kebijakan dalam pembangunan Kepulauan Seribu, entah apa amanah yang saya terima nanti, Kepala Dinas Perikanan kah? Mungkin Bupati? InsyaAllah..Aamiiin..namun sebelum itu, ada keinginan besar saya, saya ingin memberangkatkan orang tua saya ibadah haji, terutama ibu saya. Saya juga ingin berkesempatan keliling Indonesia dan kalau bisa ke beberapa negara untuk tadabur alam, mensyukuri ciptaan-ciptaan Allah atas kebesaran dan kekuasaanNYA.

Ya Allah, Bimbing aku, tuntun aku, jangan Kau tinggalkan aku, pada-Mu hidupku kupersembahkan. Bantu aku mewujudkan proposal hidupku, untuk bekalku bertemu dengan-Mu.Mudahkanlah langkah hamba untuk selalu berada di dekat-MU serta menjaga iman dan islam. Semoga saya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, khususnya bagi keluarga, dan tidak kenal lelah untuk selalu belajar dan berbagi. Cita-cita yang sebenarnya adalah tidak hanya sukses di dunia, namun juga sukses di Akhirat, sehingga meraih SuksesMulia.insyaAllah, Aamiiin…

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga tulisan ini sebagai arah/visi saya ke depan. Semoga sesuai dengan rencana dan harapan. Harapan dan mimpi2 saya ini bisa jadi berubah, berharap akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Kata-kata yang membuat saya bersyukur dan harus saya ingat insyaAllah ialah, “kesuksesan seseorang tidak lepas dari do’a dan dukungan orang-orang di sekitar.”

Andi Hakim
hackiem_31@yahoo.com
@andihakim31

2 thoughts on “Proposal Hidupku, untuk Sukses Dunia dan Akhiratku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s