Merekalah Inspirasiku, Siapa Inspirasimu?

Standar

Dalam menjalani hidup ini, pasti merasakan semangat yang kadang naik tapi terkadang juga menurun. Perlu sosok orang-orang yang menginspirasi dalam hidup ini, yang dengan kehadirannya memberikan energi positif dan suntikan motivasi agar semangat dalam menjalani hidup. Motivasi terbesar memang datang dari diri sendiri, tapi kita juga perlu motivasi dari luar. Tidak hanya motivasi, kita pun perlu nasehat, bimbingan dan tempat sharing sehingga apa yang ada dalam pikiran kita tertuangkan,

Ada beberapa orang yang telah menginspirasiku, mereka adalah Ratnawiyah (Ibuku), Alm KH. Muhaimin RD (Pamanku), Mohammad Yasin (Guru di MAN), Jamil Azzaini (Inspirator SuksesMulia) dan Alamsyah M. Dja’far (Aktivis dan penulis buku Lelaki Laut). Merekalah yang menginspirasiku, yang telah memberikan semangat kepadaku agar bisa bermanfaat dan menjadi lebih baik. Aku akan uraikan mengapa beliau-beliau ini menjadi inspirasiku.

Gambar

Foto bersama ibunda tercinta ketika penghargaan Juara Harapan I Abang Jakarta Kepulauan Seribu 2013

Ratnawiyah merupakan ibuku yang menjadi pahlawan di keluargaku. Mengapa aku katakan pahlawan? Karna beliau sosok istri dan ibu yang luar biasa yang sabar dan ikhlas dalam menjalani tugas dan perannya. Setiap aku mengingatnya, air mata ini selalu menetes tak tertahankan. Ketika kami anak-anaknya masih kecil-kecil, begitu berat cobaan yang beliau rasakan. Bapakku yang bekerja sebagai nahkoda kapal harus mengarungi lautan dan terjangan ombak sampai 4 bulan lamanya. Selama bapak pergi, ibulah yang banyak berperan. Tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi menyandang peran ganda sebagai kepala rumah tangga. Gaji bapak (baca persekut) sepertinya hanya satu juta / lebih sedikit, itupun untuk waktu 4 bulan. Tak terbayangkan bagaimana sulitnya keluarga kami dulu. Bersyukurnya adalah ibu diberikan kelebihan jago masak. Jadinya ibu jualan kue-kue dan sayur matang di rumah, kami anak-anaknya membantu bahkan sampai jualan keliling pulau. Kalau masih tak cukup ibu pinjam kesana-sini terutama kepada keluarga terdekat, sampai ibu pernah dicela karena anak anak banyak (8 orang) apalagi dengan keadaan yang seperti itu.

Ibuku dengan sabar menjalani kehidupan kami, beliau barengi dengan tahajud dan ibadah lain serta berdo’a, dan aku pun tak tahu berapa banyak air mata yang sudah beliau teteskan. Alhamdulillahnya adalah kami anak-anaknya mendapat beasiswa di sekolah, termasuk saya bahkan sampai kuliah, inilah kebesaran Allah SWT untuk keluarga kami. Dengan semakin tinggi tingkat pendidikan kami, keadaan ekonomi keluarga pun semakin membaik. Ibu telah mengajarkan kami untuk hidup sederhana, saling membantu dan berbagi, sehingga kami bisa seperti saat ini. Apa aku bisa membalas kebaikan dan jasamu, ibu? Aku ingin bahagiakan beliau, ingin bisa memberangkatkan beliau ke baitullah, dan itu adalah keinginan terbesar ibu. Aku akan berusaha mewujudkan itu bu, semoga Allah memudahkan langkahku.Amiin.

Gambar

Foto pamanda Alm. KH. Muhaimin RD

Inspirasiku yang kedua adalah Alm KH Muhaimin RD, beliau adalah pamanku yang telah kembali ke pangkuan Allah tahun 2002 lalu. Beliau sosok yang dermawan, sabar, semangat menuntut ilmu dan penolong keluarga kami, yang perlu dicontoh adalah beliau sedikit sekali marah. Sebelum beliau wafat, beliau menjabat sebagai Kepala kanwil Departemen Agama DKI Jakarta. Beliau paman yang hebat yang menunjukkan bahwa anak pulau bisa berprestasi. Namun dengan jabatan yang sudah diraihnya itu tidak menjadikan beliau sombong. Beliau sosok yang sayang dengan keluarganya yang sebagian besar di pulau. Banyak ponakan-ponakannya yang beliau sekolahkan sampai MAN bahkan samapi kuliah. Senang berbagi membuatnya disayang banyak orang. Setiap kesulitan di keluarga besar kami, beliau terdepan untuk membantu. Yang paling berkesan adala beliau dan dua rekan seperjuangannya yaitu H. Sutami dan H. Thoyib merupakan orang pulau yang semangat menuntut ilmu sampai sukses ke daratan Jakarta jauh dari keluarga di pulau. Bahkan mereka bertiga semua bekerja di instansi yang sama yaitu Departemen Agama. Semangat itulah yang saya pegang dan menginspirasi saya bahwa dengan belajar ke luar pulau (merantau) maka akan banyak pelajaran, pengalaman serta persaudaraan yang di dapat. semoga jasa-jasamu dibalas oleh Allah dengan pahala berlipat dan Allah memberikan tempat terbaik di syurgaNYA.Amiin.

Gambar

Foto bersama Pak Yasin ketika acara Reuni Akbar MAN 11 Jakarta

Sosok inspirasiku yang ketiga adalah Mohammad Yasin, saat ini beliau menjadi kepala MAN 6 Jakarta Timur. Beliau adalah guru sekaligus orang tua yang senantiasa mengajarkan kebaikan, membimbing, menasehati dan tak jarang memberikan motivasi. Cerita beliau juga menginspirasiku bahwa beliau adalah perantau dari Jawa Timur. masa-masa sulit pernah beliau alami baik ketika di pondok, ketika kuliah maupun ketika di Jakarta. Beliau adalah lulusan gontor dan tebu ireng, jadi ga asing kalau di lingkungan rumah beliau dipanggil ustadz. Silaturrahim pun selalu aku jaga dengan beliau, berharap juga ilmu beliau mengalir ke aku. Beliaulah yang memotivasi ketika aku ingin lanjut kuliah di UGM dimana saat itu keluarga tak mendukung. Pesan beliau yang selalu saya ingat adalah “bergaulah dengan orang-orang sholeh dan berilmu karna itu akan membawa kita kepada kebaikan”. Kata-katanya juga yang tak terlupakan yaitu; dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan agama hidup menjadi terarah, dan dengan seni hidup akan menjadi lebih indah. Nasehatmu insyaAllah selalu saya pegang pak, semoga kita berada dalam kasih sayang Allah SWT.Amiin

Gambar

Foto bersama babeh Jamil Azzaini ketika seminar “Tuhan Inilah Proposal Hidupku”

Siapa yang tidak mengenal sosok laki-laki ini? Jamil Azzaini, orang kenal beliau sebagai inspirator SuksesMulia. Perkenalan dengan beliau yang diawali melalui media sosial twitter, beranjak ke email sampai bbm hingga bisa bertemu langsung. Aku harus banyak belajar dari beliau, karena beliau adalah sosok anak, suami dan ayah yang sholeh, sehingga sepantasnya beliau menjadi guru kehidupanku. Tulisan beliau yang inspiratif baik melalui buku-bukunya, bisa juga kita nikmati melalui http://www.jamilazzaini.com/ setiap harinya atau follow akun twitter beliau @JamilAzzaini. Bersyukur bisa bertemu dengan beliau, babeh itulah panggilan yang aku berikan untuk beliau. meskipun sudah terkenal, tapi babeh tetap ‘low profile’ dan senang berbagi, setiap berjumpa beliau memelukku, inilah yang membuat aku senang dekat dengan beliau. Nasehatnya yang paling popular adalah tentang peradaban SuksesMulia, dimana sukses dan mulia dua kata yang harus bergandengan. Sukses dimana ketika orang meraih 4-TA (harTA, tahTA, kaTA dan cinTA) yang tinggi dengan memerhatikan etika dan agama yang dianutnya, sementara mulia adalah dimana 4-TA yang sudah diperoleh itu memberi manfaat buat orang banyak. Babeh juga yang membimbing aku membuat proposal hidup, yang memberi masukan tidak hanya semangat meraih sukses dunia tapi juga sukses di akhirat. Semoga kita bisa memeluk Rasulullah Muhammad SAW di tempat yang mulia bersama-sama.Amiin.

Gambar

Aktivis Pulau Tidung, bang Alamsyah M Dja’far

Alamsyah M. Dja’far, pemuda asli pulau yang begitu semangat untuk belajar, menulis dan berdiskusi, menelusuri masalah apabila melihat ada keganjilan yang terjadi di pulau. Bang Alam sapaan akrabnya berpesan agar bisa menulis. Katanya dengan tulisan maka sejarah bisa dikenang orang, begitu juga kita. Semangat menulis beliau tularkan, begitu juga semangat untuk membaca buku dan belajar serta berdiskusi. Lelaki satu ini juga aktif di The Wahid Institute dan penulis buku, salah satu karyanya “Lelaki Laut”. Buku fiksi karyanya itu menceritakan kehidupan di Kepulauan Seribu, semangat belajar dan meraih cita-cita harus terus ada sampai ajal menjemput. Tulisan-tluisan Bang Alam bisa kita baca di http://alamsyahdjafar.wordpress.com . Bang Alam mengajak aku dan teman-teman dari pulau yang sebagian besar mahasiswa untuk membuat Koran. Bang Alam begitu semangat mengajak kami untuk bisa menerbitkan Koran di pulau. Penunggul namanya (akun twitter: @Penunggul), koran orang pulau. Berharap Koran yang kami terbitkan bisa seperti namanya Penunggul (batu besar di laut yang kokoh menjadi tempat hidup biota laut). Meskipun baru satu kali terbit, tapi setidaknya pernah ada Koran di Pulau Seribu. Sekarangpun kami sedang berusaha untuk menerbitkan kembali. Semoga langkah kami dimudahkan,Amiiin

 

5 thoughts on “Merekalah Inspirasiku, Siapa Inspirasimu?

  1. Kang Syadieq Adhy

    Assalamu’alaikum..semoga Allah SWTmengabulkan semua yg menjadi cita” mulia adek #AndiHakim#..teruslah berjuang menimba ilmu..Man jadda wa jadda..jadilah anak yg tawadduk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s