Belajar dari Pak Luthfi Yazid: Lulusan MAN Harus Unggul dan Rendah Hati

Standar
Gambar

Foto Pak Luthfi Yazid

Malam ini tidak direncanakan sebelumnya untuk bertemu Pak Luthfi Yazid. Selepas sholat magrib komunikasi dengan beliau melalui  BlackBerry Messenger. Kebetulan saya sholat berjama’ah di masjid deket Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, sedangkan beliau ternyata masih ada di kantor yang jaraknya ga terlalu jauh. Akhirnya beliau mengajak saya mampir ke kantornya untuk sharing dan ngobrol santai. Perkenalan dengan beliau berawal ketika mengikuti Festival SuksesMulia yang diadakan oleh @KomunitasSM awal juli lalu di Gedung SMESCO, karena kami dari almamater yang sama dari kampus kerakyatan (UGM) dan sama-sama lulusan dari MAN membuat kami cepat akrab dan terus komunikasi.

Setelah saya bertemu di lobby kantor beliau yang bergerak di bidang hukum ini di bilangan Gatot Subroto. Saya diajak masuk ke ruangan kantornya, dan di ruangan tersebut kami mengobrol dan sharing diawali dengan ketertarikan beliau dengan proposal hidup saya. Awalnya beliau lebih banyak bertanya tentang saya. Namun seiring berjalannya waktu, beliaupun memberikan sebuah majalah dimana di dalamnya ada biografi singkat tentang beliau.

Saya serius membaca biografi beliau, ternyata beliau sangat kaya akan pengalaman. Semasa kuliah beliau menjadi penulis di media dimana tulisan beliau bisa 5-7 kali dimuat tiap minggunya. Hal tersebut kata beliau dilakukan agar bisa kuliah dan memenuhi kebutuhan pada waktu itu. Beliau juga pernah kuliah di Inggris, short-course di sejumlah Negara Asia, Eropa bahkan Afrika, pernah menjadi dosen di Jepang dan Jakarta dan saat ini aktif menjadi advokat. Tak terbayangkan sebelumnya segudang pengalaman dan ilmu yang beliau miliki, beliau balut dengan kesederhanaan. Subhanallah, ini satu pelajaran yang harus saya ambil, beliau low profile, tidak sombong dan mau berbagi dengan saya anak nelayan yang punya harapan dan mimpi untuk bisa memberikan banyak manfaat bagi sesama.

Nasehatnya mengalir disetiap obrolan kami. Anak MAN harus maju dan unggul karena punya kelebihan bekal ilmu agama. Pesan beliau, kita tak boleh mengharap pujian karena hanya Allah yang pantas untuk dipuji, kita tak layak untuk sombong, karna itu hanya milik Allah dan kita selayaknya sebagai hamba Allah yang harusnya mengabdi kepada-NYA.

Beliau membacakan QS Al Fatihah dan mengupas sedikit maknanya. Di awal surat Al Fatihah kita menyebut asma Allah dan memujinya, karena hanya Allah yang pantas menerima pujian. seluruh makhluk hidup dan alam semesta saja memuji-NYA, maka apakah kita malas untuk mengucapkan puji-pujian dengan kalimat-kalimat thoyibah dan Asmaul Husna-NYA. Di pertengahan surat disebutkan bahwa hanya kepada Allah kita beribadah dan hanya kepada NYA lah kita memohon pertolongan. Jadi sepatutnya kita penuhi kewajiban kita untuk beribadah kepada Allah sebelum kita memohon pertolongan-NYA. Dan diakhir surat Al Fatihah disebutkan bahwa kita memohon petunjuk jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai atau sesat. Disini kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah bahwa dahulu ada orang-orang yang Allah ridhoi dengan nikmat-NYA, namun ada yang masuk dalam golongan orang-orang yang Allah murkai. Tak perlu sombong, tak perlu mengharap pujian. Apa yang kita lakukan ketika kita ikhlas mengharap ridho Allah, pasti ada balasan kebaikan yang akan kita peroleh.

Kata-kata beliau yang begitu menginspirasi adalah kita hidup ini hanya sebentar saja, harus bisa memberikan manfaat bagi banyak orang, terutama bagi mereka orang-orang yang membutuhkan, berusahalah untuk selalu berbagi apapun bentuknya.

Di sela-sela obrolan kami, beliau mengingatkanku sebuah do’a. Beliau awali dg bercerita bahwa suatu ketika Rasulullah datang ke masjid dan melihat ada anak muda yg sedang termenung. Rasul pun menghampiri pemuda itu dan bertanya kepadanya, mengapa kau termenung dan berdiam diri, sedangkan pemuda lain sudah sibuk beraktivitas? Ternyata pemuda itu malu untuk pergi keluar karena masalah hutang yang dihadapinya. Rasul kemudian mendekat dan bertanya kepada pemuda tersebut, apakah engkau mau aku (Rasul) ajarkan sebuah do’a dan kamu amalkan do’a tersebut? Akhirnya pemuda itu bersedia dan mengamalkan do’a yang Rasul ajarkan, sampai pada suatu ketika pemuda itu kembali ke Rasulullah dan berterimakasih atas do’a yg telah diajarkan kepadanya. Do’a tersebut yaitu:

اَللهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنَ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِن غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan keduka-citaan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan penindasan orang-orang.”

Beliau mengingatkanku kembali dengan do’a tersebut yang dulu pernah diajarkan oleh guru saya ketika tsanawiyah. Berterimakasih sekali dengan beliau karena sudah mengingatkanku untuk mengamalkan kembali do’a tersebut. Banyak sekali pelajaran dan hikmah dari pertemuan saya dengan pak Luthfi Yazid. Beliau menjadi orang tua dan guru kehidupanku setelah Pak Mohammad Yasin dan Babeh Jamil Azzaini, dan sebenarnya masih banyak guru yang lain di luar yg penuh inspirasi dan syarat akan ilmu. Beliau berjanji kalau kami akan bertemu kembali untuk sama-sama saling belajar, saling menginspirasi dan saling memotivasi. Beliau lah orang yang juga mendukung proposal hidupku. Belajar itu tak hanya sebatas kegiatan formal saja, malah saya lebih suka belajar dengan bertemu langsung seperti ini, karena selain kita menjalin silaturrahim, juga akan menambah ilmu dan pengetahuan, terlebih belajar tentang kehidupan. Semoga saya bisa mengikuti jejak beliau yang insya Allah SuksesMulia. Semoga Allah senantiasa melindungi dan membimbing kami ke jalan yg diridhoiINYA. Amiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s