Mudik itu harus asik dan positif

Standar

Lebaran merupakan waktu yang spesial untuk bisa berkumpul dengan orang-orang tercinta dan terdekat. Jarak yang memisahkan ketika bekerja atau menuntut ilmu, harus dikalahkan demi bisa berkumpul bersama keluarga. Beruntung saya bekerja di daratan Jakarta, sedangkan orang tua tinggal di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Jadi tidak begitu repot merasakan mudik ke kampung halaman. Tapi sedikit canggung ketika di kapal banyak wisatawan yang hendak berkunjung ke salah satu pulau wisata berpenduduk itu.

Lima hari menjelang hari raya Idul Fithri 1434 H saya pulang ke tanah kelahiran saya, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Teluk Jakarta ku lewati, perairan Pulau Seribu ku arungi, jejeran pulau satu persatu terlampaui, setelah lebih dari dua jam, akhirnya pulau ku terlihat juga. Akhirnya saya pun bisa mencium  tangan kedua orang tua ku.

Selama berada di pulau, senang sekali rasanya bisa berkumpul bersama keluarga, merasakan makanan khas dan masakan ibu, sungguh senangnya hati ini. Bertemu teman dan guru menjadikan silaturrahim lebih indah. Canda tawa, senyum, sapa dan keceriaan terpancar dari kami semua. Tak boleh terlewatkan ketika berada di pulau untuk menjaga silaturrahim dengan saudara dan orang-orang terdekat. Tak lupa ketika lebaran sedikit berbagi dengan anak yatim dan saudara.

Banyak sekali pengalaman yang didapat ketika berada di pulau, diantaranya kesempatan menjadi juri lomba pidato islami di acara Gebyar Ramadhan 1434 H. Sepuluh tahun yang lalu saya yang menjadi peserta pidato islami dan Alhamdulillah ketika itu mendapat juara satu. Dan sekarang saya menjadi juri untuk yang kedua kali nya bersama dengan satu juri senior. Ikut senang dan bbangga juga dengan penampilan para peserta lomba yang luar biasa dengan materi dan kemampuannya. meskipun ada beberapa yang masih demam panggung, itu wajar, sayapun sering merasakan itu.

Kedua menjadi panitia Pesantren Kreasi Ramadhan dan buka bersama yang diselenggarakan oleh kami PC IPNU-IPPNU Kepulauan Seribu. Kegiatan ini akhirnya terlaksana dan banyak sekali donatur yang membantu. Meskipun awalnya saya agak gelisah karan hanya beberapa orang yang fokus persiapkan acara, namun ketiaka hari pelaksanaan, banyak sekali peserta, teman-teman panitia dan undangan yang hadir. Materi pun tersampaikan dengan diikutui antusias peserta. Disela-sela acara diselipkan games dan doorprize agar peserta tak bosan dan sedikit berbeda dengan kegiatan sanlat pada umunya. Tapi tetap kegiatan seperti sholat berjam’ah dan tadarus didahulukan. Senangnya bisa sukseskan acara ini bersama teman-teman, terimakasih kepada semua pihak yang membantu acara ini.

Pengalaman berikutnya ketika menjadi MC takbir keliling dan lomba kreasi musik takbir dalam rangka Gema Takbir menyambut 1 Syawal 1434 H. Semenjak ba’da maghrib, Pulau Tidung diselimuti gerimis yang cukup deras. sampoai pukul delapan malam, gerimis masih saja manja di pulau kami ini. Sedangkan harusnya kegiatan takbir keliling dan lomba sudah dimulai. Meski demikian, antusias anak-anak, remaja dan orang dewasa untuk ikut berpartisipasi sangat tinggi. Walau agak ngaret, namun kegiatan takbir keliling terlaksana juga dimulai dari kantor kecamatan, kemudian mengelilingi pulau dan berakhir di lapangan hijau. Camat dan lurah setempat pun tidak kalah semangatnya. Panggung dengan luas sekitar 6×3 meter sudah siap menyambut kami. Acara dilanjutkan dengan lomba kreasi musik takbir dimana para peserta berasal dari perwakilan mushola-mushola dengan kategori anak-anak, remaja dan orang dewasa. Meskipun menggunakan alat bekas seperti kaleng, botol, galon, bahkan panci, namun ini yang membuat unik dari lomba ini. Peserta pun bener-bener berlatih untuk bisa tampil bagus. Irama musik yang keluar pun sangat beragam, ada seperti musik beduk takbir, irama marawis, sampai menyerupai musik dangdut denga diiringi takbiran dan sholawat. Begitu kreatif para peserta, tak jarang dukungan penonton bersorak-sorak, sewaktu-waktu juga keluar tawa karena lucunya penampilan para peserta. Acara seperti ini harus terus berlanjut di tahun mendatang.

Sebelum kembali ke daratan, sehari sebelumnya ada acara makan bersama keluarga besar di Saung Barat Pulau Tidung. Ini keluarga dari Alm. H. Rasyidi dan Hj. Malatun, meskipun belum lengkap, namun kebersamaan bisa selalu terjalin. Tiap keluarga membawa makanan, ada yang bawa puk cue, laksa, es buah, nasi, ikan pepes, ikan goreng, cumi-cumi, telur asin, sayur asam, kerupuk, buah, dan masih ada yang lain lagi sepertinya. Puk cue ini mirip dengan empek-empek, bedanya makannya pakai sambel kacang. Di pinggir pantai dengan keindahan pemandangan laut6 dan pasir putih menemani kebersamaan kami hari itu. Anak-anak kecil asik main pasir dan air laut, yang lain makan sambil sambil canda tawa dan ngobrol santai. Indahnya silaturrahim dan kebersamaan, apalagi jarang sekali seperti ini, banyak yang merantau ke daratan Jakarta.

Begitulah pengalaman ketika berada di pulau selama sekitar sepuluh hari disana, banyak sekali pengalaman dan pelajaran selama disana. Nanti tanggal 17 Agustus 2013, saya berencana kembali lagi ke pulau, karena akan dilaksanakan Festival Jajanan Kue Pulau Tidung 2013 (@fjk_pulautidung). Tidak banyak saya berperan membantu acara ini karena harus kembali ke daratan, tapi akan terus berusaha untuk bisa membantu demi suksesnya acara ini, mungkin di hari pelaksanaan menjadi MC lagi. Sekedar informasi, kegiatan Festival Jajanan Kue ini merupakan yang kedua dan menjadi kegiatan rutin tahunan, akan ada banyak makanan dan kue-kue khas yang ada di pulau ketika acara nanti. Ayo berkunjung dan ramaikan acara Festival Jajanan Kue Pulau Tidung 2013, “Nikmati Rasa, Selamatkan Warisan Jajanan Kue”.

Gambar

Makan bersama keluarga besar Alm. H. Rasyidi di Saung Barat Pulau Tidung

Gambar

Foto bersama peserta Pesantren Kreasi Ramadhan dan pengurus IPNU Kep. Seribu

Gambar

Rapat Panitia Festival Jajanan Kue Pulau Tidung 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s