Festival Jajanan Kue Pulau Tidung 2013

Standar
FJK Pulau Tidung 2013

FJK Pulau Tidung 2013

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68 di Pulau Tidung sedikit berbeda dari biasanya. Sabtu pagi tanggal 17 Agustus 2013, warga dan wisatawan sudah memadati halaman kantor lurah Pulau Tidung. Mereka tak ingin melewatkan Festival Jajanan Kue Pulau Tidung 2013 yang dilaksanakan setahun sekali ini.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Taman Baca Nyiur bersama Forum Mahasiswa Kepulauan Seribu. Panitia mengangkat tema “Nikmati Rasa, Selamatkan Warisan Jajanan Kue”. Bang Gojali, perwakilan panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini selain memperingati HUT RI juga mempromosikan wisata Pulau Tidung, serta dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kue-kue yang sudah sulit dinikmati, apalagi banyak dari orang Pulau Tidung yang merantau ke daratan. Selain itu kita lestarikan kue-kue tersebut sebagai bentuk cinta budaya, cinta Indonesia.

Dana kegiatan FJK Pulau Tidung 2013 berasal dari sumbangan masyarakat dan para donatur. Uniknya adalah para donatur memberikan sumbangan dengan memilih jenis kue pada kegiatan tersebut. Ini menunjukkan kue favorit mereka sebagai bentuk kecintaan dan rasa kangen mereka dengan kue-kue yang sudah sulit merek cicipi. Kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan dan partisipasi masyarakat, pemerintah setempat, pengusaha kapal ojek, KPAI, Sudin Pariwisata, beritapulauseribu.com serta Ikatan Abang None Kepulauan Seribu.

salah satu pembuat kue

Pembuatan lempeng ketan

BR9BE0dCQAAvw9k

Panitia jaga stand jejongkong

Suasana di salah satu FJK

Suasana di salah satu stand FJK

Menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut, panitia sibuk mencari sang ahli pembuat kue dan bahan untuk pembuatannya. Ibunda ku salah satu pembuat kue untuk acara ini, kebetulan ibuku buat kue podeng dan lempeng ketan. Sebenarnya ada sekitar 40 jenis kue yang ada di Pulau Tidung, namun hanya beberapa kue yang mampu panitia hadirkan pada kegiatan tersebut. Salah satu kue yang taka da di acara yaitu kue Putu Gunung. Itu dikarenakan sudah tidak ada lagi yang bisa membuat kue yang dimaksud atau bahannya yang sudah langka, ada juga karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama jadi sang pembuat kue tidak sanggup. Panitia pun merasakan sulitnya mencari sang pembuat kue dan bahan yang diperlukan sampai-sampai keliling pulau dan pesan ke daratan. Disinilah kita bisa mengambil hikmah dari para panitia yang sebagian besar adalah pelajar. Meskipun tak ada reward yang diberikan, tapi semangat mereka begitu berkobar karena mereka sadar kalau bukan mereka siapa lagi, dan dari sinilah banyak pelajaran berharga bagi mereka.

Ketika pelaksanaan FJK Pulau Tidung 2013 berlangsung, banyak sekali hal unik dan lucu. Sebelum acara dibuka oleh MC, kebetulan MC nya aku @andihakim31 bersama partner ku @UkhriyatulA dan acara resmi di buka oleh Camat Kepulauan Seribu Selatan, pengunjung sudah menyemut di stand-stand kue karena takut kehabisan kue favorit mereka. Pak camat, pak lurah dan para undangan yang hadir geleng-gelang kepala dan salut dengan antusias para pengunjung. Tak disangka 10 menit setelah acara resmi dibuka, beberapa kue seperti celorot, puk cue, lempeng ketan sudah habis diserbu pegunjung. Dari atas panggung saya pun melihat bu camat dan bu lurah memegang salah satu kue yaitu celorot ketika pembukaan acara. Ternyata mereka sudah mengira bahwa kue tersebut itu best seller, ahaha kayak buku aja ya. Aku aja ga ngerasain kue celorot, tapi bisa ngerasain kue yang lain, kayak pacar cina, laksa, podeng, gemblong kacang, jepa, lempeng ketan, haha banyak juga euy..

Pada pembukaan acara, panitia memberikan waktu kepada pihak pemerintah dan masyarakat untuk memberikan testimoninya terkait kegiatan ini. Diantaranya camat Kepulauan Seribu Selatan, Satriadi Gunawan mengucapkan selamat dan bangga kepada anak-anak muda yang peduli dengan kearifan lokal salah satunya jajanan kue dengan mengadakan festival ini. Pewakilan masyarakat memberikan apresiasi serta mendukung acara suksesnya acara ini dan berharap kue-kue yang belum ada bisa dipersiapkan pada tahun mendatang sehingga bisa kembali dinikmati oleh masyarakat.

BR9KEF6CQAAaQQH

Bulu Babi Band

BR9DGIECAAAVDPJ

Menghibur pengunjung

BR9Bd5ZCIAAzNrE

MC FJK Pulau Tidung 2013

Pak lurah dan bu lurah Pulau Tidung

Pak lurah dan bu lurah Pulau Tidung

Kegiatan FJK Pulau Tidung ini merupakan kegiatan bazar amal. Acara berlangsung dari pukul 09.30 sampai pukul 13.00 WIB, antusias pengunjung sangat tinggi, naik itu warga lokal maupun wisatawan yang sedang berlibur. Jadi, pengunjung bisa menikmati rasa sambil beramal, karena hasil penjualan kue akan disumbangkan ke masjid dan mushola. Meskipun kue-kue tertentu harganya tinggi seperti lempeng ketan seharga Rp 25rb, tapi itu tidak menyurutkan minat para pengunjung, bahkan mereka berebut. Banyak sekali kue pada kegiatan ini diantaranya laksa, ketimus, gemblong kacang, klepon, janda mengandang, gengsot, belibar manggis, jejongkong, dan lain-lain. Pengunjung tidak melihat harga, itu terkalahkan oleh gejolak ingin mengobati kangen mereka dengan kue-kue yang ada selian mereka juga beramal dari membeli kue tersebut.

Nah salah satu kue yang khas dari Pulau Tidung namanya Jepa, bentuknya seperti lempeng dari tepung beras dan makannya itu pake gula pasir atau gula cair. Kue ini sepanjang acara ramai dikunjungi bahkan antri untuk bisa mencicipi kue yang satu ini karena langsung masak di lokasi. Jadi pengunjung salain bisa nikmati rasanya, juga tahu cara pembuatannya. Kue ini juga jadi primadona loh, bahkan stand nya selalu ramai sampai acara selesai.

Selama kegiatan berlangsung, para penmgunjung dihibur dengan musik, baik dangdut ataupun pop, bahkan lagu-lagu nasional karena kan barengan 17an. Meskipun pengisi acara dari panitia dan pengunjung, yang penting bisa meramaikan, menghibur dan membuat suasana jadi meriah. Bahkan pak lurah dan bu lurah menyumbangkan suara dan menghibur warganya. Para pemuda pun tak mau kalah, ada Bulu Babi Band, mahasiswa dan pelajar yang karokean. Bahkan orang tua pun ikut memeriahkan acara dengan berpuisi, tak lupa memberikan testimoni terkait acara ini, dan tak kalah juga nih MC yang ngeluarin pantun-pantuannya,hehe diantaranya pantun ini: Budidaya rumpul laut di Pulo Pari,rumput laut diolah jadi tangkue. Rame-rame kita datang ke mari,Nikmati rasa selamatkan warisan jajanan kue. Hujan gerimis di kota Bandung, Ambil payung untuk berlindung. Selamat datang para pengunjung, Di Festival Jajanan Kue Pulau Tidung. Asiiiik..

Panitia kegiatan FJK Pulau Tidung 2013 berhasil mengumpulkan Rp 13 juta, dimana dari uang yang terkumpul tersebut Rp 10 juta sudah disumbangkan ke masjid dan mushola yang ada di Pulau Tidung untuk membantu pembangunan atau renovasi, kemudian sisanya untuk kebutuhan panggung dan soundsystem, terang Hilmansyah selaku ketua pelaksana. Panitia juga berencana untuk membuat katalog dari kegiatan FJK Pulau Tidung dimana di dalamnya terdapat jenis-jenis kue dan cara pembuatannya. Harapannya agar generasi mendatang masih bisa membuat dan merasakan kue-kue tersebut. Semoga ini menjadi amal yang tak terputus bagi mereka yang telah berpartisipasi. Sampai jumpa pada Festival Jajanan Kue Pulau Tidung 2013 dan follow ya @fjk_pulautidung.

Suasana pembukaan FJK

Suasana pembukaan FJK

BSGu-4tCAAA74HT

Penyerahan bantuan ke masjid

BR9LqyjCAAAc5GS

Perwakilan Abnon Seribu 2013

Foto bersama panitia FJK

Foto bersama panitia FJK

BR9DgoQCYAAU965

Bang Andi & Non Otul

6 thoughts on “Festival Jajanan Kue Pulau Tidung 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s